Ingin lebih tahu mengenai DEMAM???
Bagi orang tua penting sekali untuk selalu menambah pengetahuan tentang hal hal yang berhubungan dengan perawatan anak, terutama hal hal yang menambah pemahaman kita tentang gangguan gangguan yang dapat di alami oleh buah hati kita.
Berikut alamat web dari MILIS SEHAT
Sebuah web yang menyediakan info info yang berguna bagi orang tua :)
artikel DEMAM disusun oleh dr.Arifianto dan dr Nurul Itqiyah Hariadi
SHARING : INFO TENTANG DEMAM (dari MILIS SEHAT)
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Minggu, 05 Februari 2012
/
Comments: (0)
FUN LEARNING BLOCKS (Rp 50.000,- )
Diposting oleh
Dunia Tasia
Label:
balok mainan,
bayi,
mainan bayi,
mainan berhitung,
mainan musikal
/
Comments: (0)
Ingin anak anda bermain sambil belajar BERHITUNG?!?!
Ingin anak anda mengasah jiwa SENI dan LOGIKA sambil bermain ceria?!?!
FUN LEARNING BLOCKS merupakan jawabannya!
12 Balok yang warna warni dalam berbagai bentuk akan merangsang indera penglihatan buah hati anda,
sekaligus juga mengajarkan mereka untuk mengenali bentuk dan logika!
Musik yang mengalun akan menghibur mereka sambil mereka juga mulai mengenali angka dan sambil bermain sempoa kecil mulai mengenali hitungan dasar!
Cocok untuk anak berusia 3 tahun + dan sangat AMAN!
DUNIATASIA
ANGRY BIRDS ( Rp 85.000,- )
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Sabtu, 04 Februari 2012
Label:
angry,
angry birds,
balok mainan,
bayi,
mainan
/
Comments: (0)
2012 SUDAH TIBA!!!
Ayo bagi para penggemar ANGRY BIRDS sekarang sudah ada mainannya YG KEREN Abizzz!!!
Mainan ini sangat RAME dan SERU sekali!
Ada 7 burung + 4 Babi untuk dimainkan!
12 balok yang bisa disusun sebagai benteng buat bermain ANGRY BIRDS nya
Dan yang serunya ....BISA 2 Player alias 2 Pemain karena ada 2 Ketapel :))
Mainan ini mirip dengan aslinya karena juga dilengkapi dengan SUARA ASLI/SOUND EFFECT serta MUSIK yang mengiringi permainan!!!
Didesain untuk anak umur 6 th + , mainan ini menggunakan 3 baterai tipe kancing.
Jadi Mommies, Tunggu apalagi ??? Silahkan di beli yah, STOK TERBATAS loh :))
DUNIATASIA
BABY GIFT RAINFOREST ( Rp 210.000,-)
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Senin, 15 Agustus 2011
Label:
animal playmat,
baby gift rainforest,
karpet bayi,
karpet musikal
/
Comments: (0)
Ket :
- Sebuah alat bermain yang menyenangkan buat buah hati anda. Alat ini memiliki 3 buah tahap pemakaian yang disesuaikan dengan perkembangan dari buah hati anda. LAY & PLAY, TUMMY TIME serta SIT & PLAY. Masing masing dengan keceriaan dan fungsi pengembangan yang berbeda.
- Alat ini mengeluarkan suara musik dan suara suara yang akan merangsang pendengaran buah hati anda.
- Motif HUTAN (Rainforest).
- Ukuran Matras 80 x 43 x 13 cm
- Tinggi Pohon 50 cm
- Tinggi Jerapah 35 cm
- Dapat dicuci
- Untuk bayi 3bln+
- Volume 3kg
RESEP NUGGET AYAM PELANGI (disadur dari MpasiRumahan)
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Jumat, 05 Agustus 2011
Label:
resep bayi
/
Comments: (0)
Hi moms!
Mau sharing nih ada resep bagus untuk membuat NUGGET AYAM PELANGI !
Diambil dari http://mpasirumahan.blogspot.com (tx buat mpasirumahan)
klik aja link nya --> http://mpasirumahan.blogspot.com/2011/08/vlog-cara-membuat-nugget-ayam-pelangi.html
ada video pembuatannya loh moms :) cekidot yah!!
Mau sharing nih ada resep bagus untuk membuat NUGGET AYAM PELANGI !
Diambil dari http://mpasirumahan.blogspot.com (tx buat mpasirumahan)
klik aja link nya --> http://mpasirumahan.blogspot.com/2011/08/vlog-cara-membuat-nugget-ayam-pelangi.html
ada video pembuatannya loh moms :) cekidot yah!!
GERAKAN TUTUP MULUT -->disadur dr mpasirumahan.blogspot.com
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Selasa, 19 Juli 2011
Label:
gerakan tutup mulut,
mogok makan,
susah makan,
tidak mau makan
/
Comments: (0)
Hi Moms,
Berdasarkan pengalaman pribadiku dgn babyku (anastasia) ternyata pengetahuan tentang GTM alias Gerakan Tutup Mulut itu pentiiiiiinggg banget :) kenapa begitu dan apa itu GTM mudah2an bisa diperjelas melalui tulisan yang aku sadur dari MPASIrumahan
Mudah2an berguna ya MOMs !!!
Gerakan Tutup Mulut nggak cuman dilakukan demonstran yang mencoba menuntut sesuatu. Tapi juga oleh bayi-balita usia 9 Bulan - 3 Tahun dengan alasan yang kurang lebih sama. Menginginkan sesuatu, menuntut sesuatu, merasakan sesuatu yang ingin mereka ungkapkan pada kita - Orang tuanya.
Tema ini seriiiiiiiing sekali mondar-mandir di milis MPASI Rumahan, hampir setiap minggu passssti ada pembahasan soal GTM pada bayi yang baru belajar makan sampai pada balita-nya yang tiba-tiba emoh buka mulut untuk makan. Kalo hal ini berlangsung lama, tombol panik mulai menyala.
Soal makan ini ternyata gampang-gampang susah dan susah-susah gampang. Jadi di HUT 3 Milis MPASI Rumahan& Mamaku Koki Handal, kami sepakat untuk menghadirkan tema GTM serta pembahasannya dari sisi klinis oleh momod paling ganteng *soalnya satu-satunya laki-laki* di Milis MPASI Rumahan - dr Yossi Arioseno- dan pembahasan dari sisi psikologis dibawakan dengan riang gembira oleh mbak Alzena Masykouri, MPsi.
Stress? Pasti lah.. wong anak ga mau makan, gimana kalo nanti sakit? Gimana kalo nanti berat badannya turun? Wah dimarahin dokter nih, dikatain jadi ibu ngak becus deh.. aduh.. aduh.. aduh... Lalu bikin status di FB, Twitter "hik hik... anakku GTM. Nggak mau makan... gimana ini?"
Hehhe... daripada nulis status nggak penting, lebih baik baca terus artikel ini :-D
APA SIH GTM?
Menurut mbak Alzena Masykouri, MPsi - GTM adalah suatu istilah yang diberikan pada perilaku anak, biasanya berusia di bawah 3 tahun, yang menolak untuk makan. Kenapa kebanyakan berusia di bawah 3 tahun, karena anak-anak usia 3 tahun ke atas biasanya sudah terampil untuk menyampaikan keinginannya secara lisan. Dengan mengutarakan perasaan atau keinginannya secara lisan, tentunya lebih mudah bagi orang lain (baca : orang tua dan pengasuh) untuk memahami keinginannya. Sedangkan, pada anak usia batita (bawah tiga tahun), kemampuan verbal yang masih terbatas menghalanginya untuk dapat menyampaikan keinginannya secara lisan. Akibatnya, mereka memilih untuk menunjukkan perasaan dan keinginannya dengan perilakunya. Tentu kita masih ingat dengan ‘temper tantrum’? Nah, GTM dan ‘temper tantrum’ adalah bentuk perilaku anak untuk menunjukkan keinginannya. GTM biasanya terjadi di masa-masa bayi melakukan pengendalian terhadap apa yang dia inginkan dari orang lain. Berbeda dengan bayi-bayi yang sedang dalam masa eksplorasi dimana semuaaaaaa benda dimasukkan ke mulut.
PEGANG TEGUH PRINSIP INI
Pertama, yang kita harus camkan adalah: Makan bukan hanya merupakan kebutuhan fisik, tapi juga kebutuhan sosial. Belajar makan adalah pembelajaran hidup terstruktur pertama bagi bayi. Jadi landasannya harussss kuat untuk membuat habit makan yang baik. Maksudnya apa sih pembelajaran hidup terstruktur itu?
Dalam proses belajar makan, anak diajarkan untuk selalu makan pada waktu tertentu, dengan posisi duduk (karena itu syarat mulai MP adalah setelah anak bisa duduk menopang kepala dengan tegak), di tempat makan (meja, highchair), membuka mulut, memasukkan makanan, mengunyah, menelan. Kedengarannya mudah, tapi sebetulnya nggak sesimpel itu. Kebiasaan baik saat makan juga perlu diajarkan seperti tertib saat makan, makan nggak boleh sambil disambi nonton TV, bermain dll. Duhhh.. pasti banyak yang udah jleb-jleb-jleb ya? hahah... tenaaang...
Kedua: Beri Contoh. Makan bersama-sama keluarga adalah pembelajaran makan yang sangat baik, karena anak akan mencontoh apa yang orang dewasa lakukan. Bercerita tentang makanan apa yang dimakan pada juga merupakan hal yang baik. Ajarkan bahwa makan adalah kebutuhan, bukan kewajiban. Jadi biarkan anak merasakan dan mengerti konsep "Lapar", artinya jangan membuat porsi makanan yang fantastis. Lebih baik belikan sedikit tapi kalau kurang ditambah daripada membuat porsi besar tapi anak nggak bisa habiskan yang akibatnya bikin kita stress karena menganggap anak makannya nggak banyak dan bikin anak rewel karena dipaksa makan padahal sudah kenyang. Makan bukan kejar setoran :D
Jadi.. apa dong langkah selanjutnya?
TENANG DAN LOGIS
Gimana bisa tenaaaaang!!!!???????
Tenaaang, jangan esmosi dulu. Terus baca artikel ini. Kita harus memberi pemahaman terus menerus pada anak kita tentang konsep "lapar" itu. Biasanya, untuk anak yang lebih besar terkadang mereka nggak mau makan makanan padat. Tapi kalau lapar mereka akan minta susu yang rasanya lebih enak dan tinggal "glek". Disinilah diperlukan pembelajaran pada anak (dan konsistensi orang tua) untuk memberi pemahaman pada anak bahwa yang mereka rasakan adalah "lapar" dan harus "makan". Bukan hanya minum susu. Memang sih pasti bikin emosi jiwa tak terhingga "menyadarkan" anak soal ini. Tapi... sudahkan Mama mengajarkan hal-hal esensial, tahukah Mama bahwa multitasking pada bayi adalah hal yang seharusnya tidak dilakukan? Maksudnya, bayi makan sambil nonton TV, jalan-jalan, bermain, berlari-lari.
Penting untuk mengajarkan pada anak untuk selalu berkonsentrasi pada kegiatan makan yang dia lakukan. Batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit, makan sesuai apa yang ada dan jangan pernah memberikan "suap" berupa makanan lain yang lebih disukai anak. Misal : "Kalo udah habis, nanti Mama kasih cokelat ya". Susah? tentunyaaa... apalagi kalo yang sudah terlanjur punya kebiasaan makan yang salah. Tapi, konsistensi kita sebagai orangtua /pengasuh yang harus ditega-tegain :D. Yang pengen punya anak kita juga kan, Ma..Pa...?
Lalu, jangan langsung panik kalau anak GTM. GTM terjadi karena 2 sebab utama: Sebab organik dan anorganik.
Sebab Organik merupakan sebab yang berhubungan langsung dnegan organ makan anak, misalnya mulut sariawan, gusi pedih karena mau tumbuh gigi, radang , dll. Sedangkan sebab anorganik meliputi keadaan psikologis anak, suasana hati anak dan pengasuh, suasana lingkungan, dll. Cek dulu, siapa tahu anaknya memang lagi sariawan atau tumbuh gigi lalu sesuaikan jenis makanan yang bisa menyamankan namun memenuhi kecukupan gizi-nya.
Itulah mengapa jurnal makanan menjadi hal yang penting. Nggak perlu mendetail sih, yang penting kita punya sebuah buku yang berisi tentang catatan harian makanan apa yang dimakan, dimasak apa, dan bagaimana reaksinya. Lalu, saat makan usahakan selalu berkomunikasi dan selalu senyum sebelum memulai makan. Jadikan acara makan menjadi waktu yang menyenangkan bagi anak dan pengasuh. Nggak bisa memungkiri sih, kita kadang (atau seringkali?) nggak sabar menunggu anak membuka mulut untuk makan sementara kita perlu kerja ini-itu. Kalau nggak habis kok buang-buang makanan. Nunggu habis lama. Nggak dihabiskan takut kelaparan ... dilemanyaaaa....

dr. Yossi Arioseno mengatakan, janganlah kita terpaku menghitung asupan pada hari itu saja, tapi kita lihat saja asupan kecukupan gizi selama seminggu. Lalu dari segi klinis, dr Yossi mengatakan bahwa jangan menilai anak kurus, kurang gizi, malnutrisi, hanya dari penampakan luarnya saja. Selalu cek paling tidak di KMS atau growth-chart. Kalau terjadi hal yang serius bisa hubungi tenaga profesional seperti dokter anak ataupun ahli gizi.
Dari seminar ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak GTM:
1. Temukan sebabnya.
Apakah karena sebab organik atau anorganik. Kalau sebabnya organik (sariawan, radang tenggorokan) segera atasi dan buatlah makanan-makanan yang tidak mengiritasi sariawan atau radang-nya. Kalau sebabnya anorganik memang lebih susah mengatasinya. Tapi susah bukan berarti nggak bisa lho!
Kalau anak jadi susah makan karena ayahnya pergi, atau ganti pengasuh, berikan pengertian pada anak. Ajak anak ngobrol bahwa kita tahu perasaannya yang sedang sedih, rindu, tapi harus tetap makan supaya tetap sehat. Hiburlah anak, ajak bicara, walau mungkin Mama dan Papa menganggap bayi tidak mengerti apa yang kita bicarakan tapi percaya deh.. mereka paham lho. Dan seperti manusia yang sudah besar, mereka juga ingin dipahami. Kalau memang sudah berkelanjutan masalahnya, bawa ke psikolog untuk dianalisa apa sebetulnya yang membuat anak jadi tidak mau makan sama sekali.
2. Less Is More
Beri makan anak dalam porsi sedikit-sedikit tapi sering lebih membuat Mama-Papa-Pengasuh-Anak tidak stress daripada kekeuh memberikan makan 3 kali sehari dalam porsi "normal" dan tidak habis.
3. Susu bukan pengganti makanan!
Kadang kita tergoda, kalau anak nggak mau makan lalu kita ganti dengan susu. Ingat lho, susu bukan pengganti makanan padat. Susu adalah penyeimbang kebutuhan gizi, jadi tetap ajarkan anak untuk makan jika lapar. Bukan minum susu untuk membuatnya kenyang. Berikan pengertian bahwa kalau lapar, kamu harus makan.
Misalnya nih, anak minta susu padahal belum makan. Kita sebaiknya berkata "Dek, itu namanya lapar. Kalau lapar kita harus makan dulu ya..bukan minum susu. Yuk makan bersama"
Biasakan untuk memberikan susu dengan komposisi gizi yang lengkap setelah anak selesai makan makanan padat sebagai pelengkap dan penyeimbang bukan pengganti makanan padat :-)
4. Waktu makan = Waktu menyenangkan
Mulai dengan SENYUM, ditambah sabar dan tenang. Bercerita tentang makanan seperti: "Dek, ini namanya bayam... bayam itu warnanya hijau dan sehat sekali karena membuat kita kuat..." atau "Dek, ikan ini hidupnya di laut lho..laut itu punya kandungan gizi yang bagus supaya adek tetap sehat dan bisa main sama Mama"
Kedengerannya lebay ya... tapi perrrrrrcaya deh Ma, Pa... kalau kita santai dan tenang, anak pun merasa tenang makan bersama kita. Walau begitu tetap tegakkan aturan bahwa pada saat makan nggak boleh disambi *duh apa ya bahasanya* sambil nonton tv, mewarnai, mengalihkan perhatian, bahkan jalan-jalan. Ingat bahwa membatasi waktu makan juga sama pentingnya dengan aturan makan yang pertama tadi.
5. Berikan pilihan
Ini berlaku untuk anak yang sudah mampu bicara dan mengungkapkan preferensinya. Berikan anak kesempatan untuk memilih apa yang mau ia makan tapi kita tetap sebagi pemegang kontrol, jangan berikan pilihan terbuka. Ini contohnya:
katakan "Adek mau makan sayur bening sama ayam goreng ATAU opor ayam dan buncis rebus?"
jangan katakan "Adek mau makan apa?"
Anak akan memilih makanan yang dia sukai, dan akan cenderung yang itu-itu lagi. Kalau sudah begitu yang ada kita berantem deh sama anak :D
Ini juga melatih anak untuk berani mengemukakan keinginan serta bernegosiasi.
Yang perlu diingat, setiap anak itu unik. Penanganan sebuah masalah pada satu anak mungkin tidak berlaku pada anak lain. Seru dan menantang ya jadi orang tua. Semoga sekelumit artikel ini bisa sedikit melegakan Mama dan Papa kece yang sedang dilanda GTM anak :D no need to worry. Tetap tenang dan logis, badai GTM akan segera berlalu.
Berdasarkan pengalaman pribadiku dgn babyku (anastasia) ternyata pengetahuan tentang GTM alias Gerakan Tutup Mulut itu pentiiiiiinggg banget :) kenapa begitu dan apa itu GTM mudah2an bisa diperjelas melalui tulisan yang aku sadur dari MPASIrumahan
Mudah2an berguna ya MOMs !!!
Gerakan Tutup Mulut nggak cuman dilakukan demonstran yang mencoba menuntut sesuatu. Tapi juga oleh bayi-balita usia 9 Bulan - 3 Tahun dengan alasan yang kurang lebih sama. Menginginkan sesuatu, menuntut sesuatu, merasakan sesuatu yang ingin mereka ungkapkan pada kita - Orang tuanya.
Tema ini seriiiiiiiing sekali mondar-mandir di milis MPASI Rumahan, hampir setiap minggu passssti ada pembahasan soal GTM pada bayi yang baru belajar makan sampai pada balita-nya yang tiba-tiba emoh buka mulut untuk makan. Kalo hal ini berlangsung lama, tombol panik mulai menyala.
Soal makan ini ternyata gampang-gampang susah dan susah-susah gampang. Jadi di HUT 3 Milis MPASI Rumahan& Mamaku Koki Handal, kami sepakat untuk menghadirkan tema GTM serta pembahasannya dari sisi klinis oleh momod paling ganteng *soalnya satu-satunya laki-laki* di Milis MPASI Rumahan - dr Yossi Arioseno- dan pembahasan dari sisi psikologis dibawakan dengan riang gembira oleh mbak Alzena Masykouri, MPsi.
Stress? Pasti lah.. wong anak ga mau makan, gimana kalo nanti sakit? Gimana kalo nanti berat badannya turun? Wah dimarahin dokter nih, dikatain jadi ibu ngak becus deh.. aduh.. aduh.. aduh... Lalu bikin status di FB, Twitter "hik hik... anakku GTM. Nggak mau makan... gimana ini?"
Hehhe... daripada nulis status nggak penting, lebih baik baca terus artikel ini :-D
APA SIH GTM?
PEGANG TEGUH PRINSIP INI
Pertama, yang kita harus camkan adalah: Makan bukan hanya merupakan kebutuhan fisik, tapi juga kebutuhan sosial. Belajar makan adalah pembelajaran hidup terstruktur pertama bagi bayi. Jadi landasannya harussss kuat untuk membuat habit makan yang baik. Maksudnya apa sih pembelajaran hidup terstruktur itu?
Kedua: Beri Contoh. Makan bersama-sama keluarga adalah pembelajaran makan yang sangat baik, karena anak akan mencontoh apa yang orang dewasa lakukan. Bercerita tentang makanan apa yang dimakan pada juga merupakan hal yang baik. Ajarkan bahwa makan adalah kebutuhan, bukan kewajiban. Jadi biarkan anak merasakan dan mengerti konsep "Lapar", artinya jangan membuat porsi makanan yang fantastis. Lebih baik belikan sedikit tapi kalau kurang ditambah daripada membuat porsi besar tapi anak nggak bisa habiskan yang akibatnya bikin kita stress karena menganggap anak makannya nggak banyak dan bikin anak rewel karena dipaksa makan padahal sudah kenyang. Makan bukan kejar setoran :D
Jadi.. apa dong langkah selanjutnya?
TENANG DAN LOGIS
Gimana bisa tenaaaaang!!!!???????
Penting untuk mengajarkan pada anak untuk selalu berkonsentrasi pada kegiatan makan yang dia lakukan. Batasi waktu makan tidak lebih dari 30 menit, makan sesuai apa yang ada dan jangan pernah memberikan "suap" berupa makanan lain yang lebih disukai anak. Misal : "Kalo udah habis, nanti Mama kasih cokelat ya". Susah? tentunyaaa... apalagi kalo yang sudah terlanjur punya kebiasaan makan yang salah. Tapi, konsistensi kita sebagai orangtua /pengasuh yang harus ditega-tegain :D. Yang pengen punya anak kita juga kan, Ma..Pa...?
Lalu, jangan langsung panik kalau anak GTM. GTM terjadi karena 2 sebab utama: Sebab organik dan anorganik.
Sebab Organik merupakan sebab yang berhubungan langsung dnegan organ makan anak, misalnya mulut sariawan, gusi pedih karena mau tumbuh gigi, radang , dll. Sedangkan sebab anorganik meliputi keadaan psikologis anak, suasana hati anak dan pengasuh, suasana lingkungan, dll. Cek dulu, siapa tahu anaknya memang lagi sariawan atau tumbuh gigi lalu sesuaikan jenis makanan yang bisa menyamankan namun memenuhi kecukupan gizi-nya.
Itulah mengapa jurnal makanan menjadi hal yang penting. Nggak perlu mendetail sih, yang penting kita punya sebuah buku yang berisi tentang catatan harian makanan apa yang dimakan, dimasak apa, dan bagaimana reaksinya. Lalu, saat makan usahakan selalu berkomunikasi dan selalu senyum sebelum memulai makan. Jadikan acara makan menjadi waktu yang menyenangkan bagi anak dan pengasuh. Nggak bisa memungkiri sih, kita kadang (atau seringkali?) nggak sabar menunggu anak membuka mulut untuk makan sementara kita perlu kerja ini-itu. Kalau nggak habis kok buang-buang makanan. Nunggu habis lama. Nggak dihabiskan takut kelaparan ... dilemanyaaaa....
dr. Yossi Arioseno mengatakan, janganlah kita terpaku menghitung asupan pada hari itu saja, tapi kita lihat saja asupan kecukupan gizi selama seminggu. Lalu dari segi klinis, dr Yossi mengatakan bahwa jangan menilai anak kurus, kurang gizi, malnutrisi, hanya dari penampakan luarnya saja. Selalu cek paling tidak di KMS atau growth-chart. Kalau terjadi hal yang serius bisa hubungi tenaga profesional seperti dokter anak ataupun ahli gizi.
Dari seminar ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak GTM:
1. Temukan sebabnya.
Apakah karena sebab organik atau anorganik. Kalau sebabnya organik (sariawan, radang tenggorokan) segera atasi dan buatlah makanan-makanan yang tidak mengiritasi sariawan atau radang-nya. Kalau sebabnya anorganik memang lebih susah mengatasinya. Tapi susah bukan berarti nggak bisa lho!
Kalau anak jadi susah makan karena ayahnya pergi, atau ganti pengasuh, berikan pengertian pada anak. Ajak anak ngobrol bahwa kita tahu perasaannya yang sedang sedih, rindu, tapi harus tetap makan supaya tetap sehat. Hiburlah anak, ajak bicara, walau mungkin Mama dan Papa menganggap bayi tidak mengerti apa yang kita bicarakan tapi percaya deh.. mereka paham lho. Dan seperti manusia yang sudah besar, mereka juga ingin dipahami. Kalau memang sudah berkelanjutan masalahnya, bawa ke psikolog untuk dianalisa apa sebetulnya yang membuat anak jadi tidak mau makan sama sekali.
2. Less Is More
Beri makan anak dalam porsi sedikit-sedikit tapi sering lebih membuat Mama-Papa-Pengasuh-Anak tidak stress daripada kekeuh memberikan makan 3 kali sehari dalam porsi "normal" dan tidak habis.
3. Susu bukan pengganti makanan!
Kadang kita tergoda, kalau anak nggak mau makan lalu kita ganti dengan susu. Ingat lho, susu bukan pengganti makanan padat. Susu adalah penyeimbang kebutuhan gizi, jadi tetap ajarkan anak untuk makan jika lapar. Bukan minum susu untuk membuatnya kenyang. Berikan pengertian bahwa kalau lapar, kamu harus makan.
Misalnya nih, anak minta susu padahal belum makan. Kita sebaiknya berkata "Dek, itu namanya lapar. Kalau lapar kita harus makan dulu ya..bukan minum susu. Yuk makan bersama"
Biasakan untuk memberikan susu dengan komposisi gizi yang lengkap setelah anak selesai makan makanan padat sebagai pelengkap dan penyeimbang bukan pengganti makanan padat :-)
4. Waktu makan = Waktu menyenangkan
Mulai dengan SENYUM, ditambah sabar dan tenang. Bercerita tentang makanan seperti: "Dek, ini namanya bayam... bayam itu warnanya hijau dan sehat sekali karena membuat kita kuat..." atau "Dek, ikan ini hidupnya di laut lho..laut itu punya kandungan gizi yang bagus supaya adek tetap sehat dan bisa main sama Mama"
Kedengerannya lebay ya... tapi perrrrrrcaya deh Ma, Pa... kalau kita santai dan tenang, anak pun merasa tenang makan bersama kita. Walau begitu tetap tegakkan aturan bahwa pada saat makan nggak boleh disambi *duh apa ya bahasanya* sambil nonton tv, mewarnai, mengalihkan perhatian, bahkan jalan-jalan. Ingat bahwa membatasi waktu makan juga sama pentingnya dengan aturan makan yang pertama tadi.
5. Berikan pilihan
Ini berlaku untuk anak yang sudah mampu bicara dan mengungkapkan preferensinya. Berikan anak kesempatan untuk memilih apa yang mau ia makan tapi kita tetap sebagi pemegang kontrol, jangan berikan pilihan terbuka. Ini contohnya:
katakan "Adek mau makan sayur bening sama ayam goreng ATAU opor ayam dan buncis rebus?"
jangan katakan "Adek mau makan apa?"
Anak akan memilih makanan yang dia sukai, dan akan cenderung yang itu-itu lagi. Kalau sudah begitu yang ada kita berantem deh sama anak :D
Ini juga melatih anak untuk berani mengemukakan keinginan serta bernegosiasi.
Yang perlu diingat, setiap anak itu unik. Penanganan sebuah masalah pada satu anak mungkin tidak berlaku pada anak lain. Seru dan menantang ya jadi orang tua. Semoga sekelumit artikel ini bisa sedikit melegakan Mama dan Papa kece yang sedang dilanda GTM anak :D no need to worry. Tetap tenang dan logis, badai GTM akan segera berlalu.
PAKET HEMAT KOLAM BAYI IV !!
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Senin, 20 Juni 2011
Label:
kolam ab,
kolam bayi,
PAKET KOLAM BAYI
/
Comments: (0)
PAKET KOLAM IV :
- KOLAM BAYI merk AB 5 RING POOL #2551
- NECKRING WINNIE THE POOH / THOMAS & FRIENDS
- POMPA INTEX 29cm
PROMO DIPERPANJANG HINGGA 30 JULI 2011!!!!
AYO..AYO..STOK TERBATAS !!
KOLAM BAYI AB #2551 (Rp 275.000,-)
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Minggu, 19 Juni 2011
Label:
kolam ab,
kolam bayi,
kolam spa bayi
/
Comments: (0)
SALE KHUSUS PAKET HEMAT KOLAM BAYI
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Kamis, 16 Juni 2011
Label:
bestway,
intex,
PAKET KOLAM BAYI
/
Comments: (0)
PAKET I : Rp 115.000,- Nett (BELUM ONGKIR !!) dari seharusnya Rp 140.000,-
- INTEX 112x25 cm #59411NP (2 ring)
- Pompa Injak
- Neckring Donut style
PAKET II : Rp 185.000,- Nett (BELUM ONGKIR !!) dari seharusnya Rp 220.000,-
- INTEX 132x28 cm #59431NP (3ring)
- Pompa INTEX 29cm
- Neckring Thomas & Friends
PAKET III : Rp 200.000,- Nett (BELUM ONGKIR !!) dari seharusnya Rp 250.000,-
- INTEX THE WET SET 168x41cm
- Neckring Winnie The Pooh
- Pompa Intex 29cm
PROMO BERLAKU HINGGA 19 JULI 2011
- INTEX 112x25 cm #59411NP (2 ring)
- Pompa Injak
- Neckring Donut style
PAKET II : Rp 185.000,- Nett (BELUM ONGKIR !!) dari seharusnya Rp 220.000,-
- INTEX 132x28 cm #59431NP (3ring)
- Pompa INTEX 29cm
- Neckring Thomas & Friends
PAKET III : Rp 200.000,- Nett (BELUM ONGKIR !!) dari seharusnya Rp 250.000,-
- INTEX THE WET SET 168x41cm
- Neckring Winnie The Pooh
- Pompa Intex 29cm
PROMO BERLAKU HINGGA 19 JULI 2011
RESEP BUBUR DASAR MAKARONI -- disadur dari menumakananbalita.com
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Rabu, 15 Juni 2011
/
Comments: (0)
Bubur Dasar Makaroni Polos
Rebus makaroni sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
Tips:
- Bubur dasar dapat dibuat dalam jumlah besar, kemudian disimpan dalam wadah-wadah kecil porsi sekali makan dalam freezer.
- Panaskan dalam microwave atau rendam air panas sesaat sebelum disajikan.
- Bubur dasar dapat dicampur dengan puree buah, sayuran, daging dan lainnya untuk paduan cita rasa yang lebih beragam.
RESEP BAYI PUDING SUSU BUAH -- disadur dari menumakananbalita
Diposting oleh
Dunia Tasia
/
Comments: (0)
Puding bayi dengan bahan dasar maizena dan agar-agar. Tambahkan puree buah sebagai saus agar rasanya lebih segar, seperti puree apel, puree alpukat, puree peach,
Bahan:
650 ml Air
7 gr Agar-agar warna putih
20 gr Tepung maizena
8 sdt Susu bubuk bayi
Cara membuat:
1. Aduk air, agar-agar, dan maizena hingga rata. Masak hingga mendidih
2. Angkat, tambahkan susu bubuk. Aduk rata tuang ke mangkuk. Simpan di lemari es.
3. Bisa dimakan bersama puree buah seperti puree alpukat, puree pir, puree pisang atau yogurt bayi rasa buah.
disadur dari menumakananbalita
650 ml Air
7 gr Agar-agar warna putih
20 gr Tepung maizena
8 sdt Susu bubuk bayi
Cara membuat:
1. Aduk air, agar-agar, dan maizena hingga rata. Masak hingga mendidih
2. Angkat, tambahkan susu bubuk. Aduk rata tuang ke mangkuk. Simpan di lemari es.
3. Bisa dimakan bersama puree buah seperti puree alpukat, puree pir, puree pisang atau yogurt bayi rasa buah.
disadur dari menumakananbalita
CITY BLOCK 50 (Rp 100.000,-)
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Rabu, 01 Juni 2011
Label:
balok susun,
city block 50,
mainan anak,
mainan balok,
mainan kayu
/
Comments: (0)
Ket :
- Mainan Balok untuk mengasah Imajinasi dan kreatifitas dari Balita anda yang sangat menarik dengan warna warna yang cerah
- Terdiri dari 50 buah balok balok kecil dengan warna yang sangat cerah
- Menggunakan Cat yang TIDAK BERACUN (NON - TOXIC PAINT), sangat AMAN
- Untuk umur 1 - 5 thn
- Berat 2 kg
ANIMAL FARM PIANO (Rp 50.000,-)
Diposting oleh
Dunia Tasia
Label:
animal farm piano,
animal piano,
mainan piano,
piano anak,
piano bayi,
piano hewan
/
Comments: (0)
Ket :
- Mainan bayi berbentuk PIANO dengan warna yang sangat cerah, yang bukan hanya berfungsi seperti piano mini tapi juga memiliki variasi suara hewan dan lampu flash yang merangsang baik indera pendengaran maupun indera penglihatan dari buah hati anda. Selain itu mainan ini juga akan merangsang daya kreatifitas serta seni musik dari sang anak.
- Menghasilkan 5 suara hewan
- Menghasilkan 8 nada musik
- Memiliki 2 lampu flash yang akan menyala tombol nada musik atau kepala hewan ditekan
- Dengan menekan tombol SWITCH maka setiap tombol akan berganti fungsi, menyenangkan bukan!!
- Volume 1 kg
- Untuk usia 3th+ (choking hazard)
- Menggunakan baterai AA 3bh (standar)
MANFAAT ALPUKAT SEBAGAI MAKANAN BAYI ---> disadur dari www.tipsbayi.com
Diposting oleh
Dunia Tasia
Label:
alpukat,
makanan bayi,
manfaat alpukat
/
Comments: (1)
Manfaat Alpukat
Alpukat dapat menjadi alternatif yang sangat baik lho, sebagai MPASI pertama yang Anda perkenalkan kepada bayi Anda. Kenapa demikian? Selain memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, teksturnya yang lembut juga membuatnya mudah untuk dicerna oleh buah hati Anda…Bahkan kita sering mendengar bahwa alpukat juga diberi gelar sebagai salah satu hasil bumi yang paling sempurna, karena ia mengandung segala nutrisi yang diperlukan tubuh kita untuk bisa bertahan hidup.
Makanya, daripada memberikan si kecil sereal instan, coba Anda pertimbangkan untuk memberikan alpukat kepadanya sebagai “lemak baik” yang bermanfaat untuk perkembangan otak dan fisik bayi Anda!
Menurut pakar nutrisi, alpukat bebas Sodium dan Kolesterol, serta mengandung banyak nutrisi bermanfaat, termasuk 8% dari jumlah Folat per hari yang dianjurkan untuk dikonsumsi; 4% serat dan potasium; 4% vitamin E dan 2% zat besi. Satu buah alpukat mengandung sekitar 81 mikrogram Carotenoid Lutein, 19 mikrogram Beta-Caroten dan juga 3,5 gram Lemak Tak Jenuh yang dikenal berperan dalam pembentukan sistem saraf pusat dan otak.
Kandungan Nutrisi dalam Alpukat
Vitamin (dalam 1 gelas pure):- Vitamin A – 338 IU
- Vitamin C – 20.2 mg
- Vitamin B1 (thiamine) – .2 mg
- Vitamin B2 (riboflavin) – .3 mg
- Niacin – 3.9 mg
- Folate – 205 mg
- Pantothenic Acid – 3.3 mg
- Vitamin B6 – .6 mg
Mineral (1 buah berukuran sedang):
- Potassium – 1166 mg
- Phosphorus – 124 mg
- Magnesium – 67 mg
- Calcium – 30 mg
- Sodium – 18 mg
- Iron – 1.4 mg
Kapan Anda Dapat Mulai Memperkenalkan Alpukat kepada Bayi Anda?
Alpukat dapat mulai Anda perkenalkan kepada si kecil sejak usia 6 bulan, karena teksturnya yang lembut dan seperti krim jika dilumatkan. Selain jenis MPASI lain, Anda bisa memberikan variasi alpukat yang dilumatkan, dicampur dengan buah pir, pisang, bahkan yoghurt sebagai makanan selingan.Walaupun sebagian orang takut memberikan alpukat kepada bayinya, karena khawatir akan kandungan lemaknya, namun percayalah – bayi Anda juga tidak seharusnya menerima asupan “rendah lemak”…
Bagaimana dengan Kandungan Lemak dalam Alpukat?
Alpukat memang memiliki kandungan lemak dan kalori yang tinggi, sehingga sebagian orang menyuruh kita untuk menghindarinya. Tahukah Anda, buah alpukat yang berukuran sedang mengandung kira-kira 322 kalori dan 30 gram lemak! 1 gelas pure alpukat mengandung sekitar 700 kalori, karena biasanya diperlukan 2 buah alpukat.Jadi, manfaat alpukat jauuuh lebih besar dibandingkan “resiko”nya. Alpukat juga mengandung lemak tak jenuh mono yang dikenal dapat membantu menurunkan kolesterol jahat serta membenatu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, ditinjau dari segi kandungan seratnya, alpukat sangat bermanfaat untuk membantu mengurangi resiko kanker dan serangan jantung.
Bagaimana Cara Memilih Buah Alpukat?
Ketika membeli buah alpukat, pastikan Anda memilih yang kulitnya berwarna hijau tua dengan permukaan yang tidak rata. Buah yang bagus juga biasanya agak kenyal ketika ditekan. Ketika alpukat dibelah dua, maka warna daging yang baik biasanya hijau dan berubah menjadi seperti kuning mentega semakin ke arah bijinya.Cara Terbaik untuk Mengolah Alpukat sebagai MPASI
Cara terbaik untuk mengolah alpukat adalah dengan tanpa dimasak terlebih dulu. Anda tinggal mengeruk daging buahnya hingga menjadi potongan-potongan kecil. Jika Anda ingin menyimpannya dalam freezer, maka sebaiknya dismpan dalam keadaan potongan seperti itu. Baru ketika akan diberikan kepada bayi Anda, alpukatnya dilumatkan. Dengan begini, dia tidak akan mudah berubah warnanya menjadi coklat.Oya, untuk melumatkan alpukat, Anda tidak perlu menggunakan blender ya, cukup dengan garpu saja dan ia akan mudah hancur kok (kecuali jika Anda ingin membuat pure atau krim)!
Contoh Resep Sederhana
Pure Alpukat-Pisang (mulai usia 6 bulan)Kerok daging 1-2 buah alpukat, lumatkan dengan garpu. Kupas 1 buah pisang dan lumatkan dengan garpu. Untuk membuat pure yang berbentuk krim, Anda bisa menggunakan blender atau food processor sehingga kehalusan teksturnya sesuai dengan yang Anda inginkan. Tidak perlu dimasak.
Salad Buah (usia 6-8 bulan)
3-4 buah alpukat matang
3-4 buah pisang matang
3-4 buah pir (yang sudah dikukus)
2 sendok yogurt (untuk usia > 8 bulan)
Pastikan kulit buah sudah Anda kupas semua, potong-potong kecil dan masukkan ke dalam blender atau food processor, kemudian haluskan. Jika bayi Anda berusia lebih dari 8 bulan, tambahkan sekitar 2 sendok yogurt jika Anda mau.
Jika bayi Anda sudah bisa memegang makanan sendiri, maka cara lain untuk membuat salad buah ini adalah dengan memotong-motong setiap jenis buah dengan ukuran dadu, kemudian tuangkan yogurt ke atasnya dan biarkan bayi Anda memakannya sendiri sebagai makanan tambahan.
Krim Alpukat Mangga (usia 8-10 bulan)
1 cangkir mangga yang sudah dipotong-potong
1 buah alpukat, potong-potong sebesar dadu
Yogurt rasa vanilla/murni atau air atau Jus apel/pir*
*Jika bayi Anda tidak mengkonsumsi yogurt dan atau Anda tidak ingin memakai jus, Anda tinggal mengupas, memotong dan melumatkan buah mangga dengan sedikit air sehingga mencapai kekentalan yang cocok untuk si kecil.
Lumatkan alpukat dan mangga hingga halus. Tambahkan yogurt atau air atau jus. Kocoklah dengan menggunakan alat pengocok telur secara manual, hingga bentuknya seperti krim.
Jika bayi Anda sudah bisa memegang makanan sendiri, Anda juga bisa menyajikannya dalam bentuk potongan dadu atau seukuran yang bisa dipegang oleh si kecil.
Jika Anda ingin berekspresi sendiri dengan alpukat dan membuat variasi menu lainnya, berikut beberapa bahan makanan yang cocok untuk digunakan:
- Pisang
- Pir
- Apel
- Ayam
- Yogurt
Disadur dari Tips Bayi
BAYI ALERGI SUSU SAPI & CARA MENGATASINYA -- disadur dari www.tipsbayi.com
Diposting oleh
Dunia Tasia
Label:
alergi susu sapi,
bayi alergi susu
/
Comments: (0)
Setiap orang bisa saja memiliki alergi susu sapi, namun kasus ini lebih banyak ditemui pada bayi. Statistik terakhir menyimpulkan bahwa sekitar 2-3% bayi memiliki alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi, yang notabene merupakan bahan dasar hampir seluruh susu formula. Namun kabar gembiranya, rata-rata alergi ini akan menghilang seiring dengan bertambahnya usia si bayi.
Jika Anda curiga bayi Anda memiliki alergi susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter Anda tentang jenis pemeriksaan yang harus dilakukan dan alternatif untuk susu formulanya. Namun tidak ada salahnya jika kita sedikit mengupas dasar-dasar mengenai gangguan kesehatan yang satu ini…
Oh ya, hampir seluruh bayi yang alergi susu sapi ternyata juga alergi terhadap susu kambing dan domba. Sebagian kecil lagi juga ternyata alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu kedelai.
Statistik juga menunjukkan bahwa bayi yang menerima ASI Eksklusif memiliki resiko alergi susu sapi yang lebih rendah dibandingkan dengan yang mengkonsumsi susu formula. Para ahli mempercayai bahwa kelainan ini berkaitan dengan keturunan dan biasanya memang akan menghilang setelah si kecil berusia 3-5 tahun.
Diantara gejala yang timbul setelah 7-10 hari adalah:
1.Feses yang cair, kemungkinan mengandung darah
2.Muntah
3.Gelisah
4.Ruam atau bercak merah pada kulit
Biasanya memang lebih sulit terdeteksi, karena hampir sama dengan gejala gangguan kesehatan lainnya.
Pada alergi yang timbul langsung saat bayi meminum susu sapi, gejalanya antara lain:
1.Gelisah
2.Muntah
3.Pembengkakan
4.Nafas yang berdesing
5.Gatal-gatal dan ruam merah pada kulit
6.Diare disertai darah
Terkadang dokter akan meminta Anda menghentikan konsumsi susu sapi selama 1 minggu, kemudian setelah itu bayi Anda akan diminta untuk meminumnya sambil dilihat apakah ada reaksi setelahnya.
Jika Anda mencurigai adanya alergi susu sapi pada bayi Anda, maka segeralah hubungi dokter Anda. Dia akan bertanya tentang adanya gangguan ini pada keluarga Anda dan akhirnya melakukan pemeriksaan langsung. Biasanya juga akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan lab, diantaranya melibatkan pemeriksaan terhadap feses, darah serta mungkin akan dimasukkan sejumlah kecil susu sapi ke bawah kulit si bayi.
Jika bayi Anda meminum susu formula, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk beralih ke susu formula yang terbuat dari kedelai. Jika bayi Anda alergi juga terhadap kedelai, maka bisa dicoba susu formula hipalergenik, dimana proteinnya sudah diuraikan menjadi partikel-partikel, sehingga tidak lagi dapat menyebabkan timbulnya alergi.
Setelah Anda beralih kepada susu formula yang aman, biasanya gejala alergi susu sapi akan menghilang dalam 2-4 minggu…
Disadur dari Tips Bayi
Jika Anda curiga bayi Anda memiliki alergi susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter Anda tentang jenis pemeriksaan yang harus dilakukan dan alternatif untuk susu formulanya. Namun tidak ada salahnya jika kita sedikit mengupas dasar-dasar mengenai gangguan kesehatan yang satu ini…
Bagaimana Proses Alergi Terjadi
Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan (immune system) tubuh si bayi salah dalam menilai, sehingga ia menyangka susu sapi merupakan sesuatu yang membahayakan dan ia bereaksi untuk melawannya. Ini akhirnya memicu reaksi alergi, yang menyebabkan si bayi rewel, gelisah, serta timbul gejala-gejala alergi lainnya.Oh ya, hampir seluruh bayi yang alergi susu sapi ternyata juga alergi terhadap susu kambing dan domba. Sebagian kecil lagi juga ternyata alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu kedelai.
Statistik juga menunjukkan bahwa bayi yang menerima ASI Eksklusif memiliki resiko alergi susu sapi yang lebih rendah dibandingkan dengan yang mengkonsumsi susu formula. Para ahli mempercayai bahwa kelainan ini berkaitan dengan keturunan dan biasanya memang akan menghilang setelah si kecil berusia 3-5 tahun.
Gejala Alergi Susu Sapi
Gejala alergi susu sapi biasanya mulai muncul pada beberapa bulan pertama usia si bayi. Gejala ini bisa timbul langsung setelah meminum susu sapi, atau bisa hingga 7-10 hari sesudahnya. Yang terakhir ini lebih sering terjadi.Diantara gejala yang timbul setelah 7-10 hari adalah:
1.Feses yang cair, kemungkinan mengandung darah
2.Muntah
3.Gelisah
4.Ruam atau bercak merah pada kulit
Biasanya memang lebih sulit terdeteksi, karena hampir sama dengan gejala gangguan kesehatan lainnya.
Pada alergi yang timbul langsung saat bayi meminum susu sapi, gejalanya antara lain:
1.Gelisah
2.Muntah
3.Pembengkakan
4.Nafas yang berdesing
5.Gatal-gatal dan ruam merah pada kulit
6.Diare disertai darah
Mendiagnosa Alergi Susu Sapi
Jika Anda mencurigai adanya alergi susu sapi pada bayi Anda, maka segeralah hubungi dokter Anda. Dia akan bertanya tentang adanya gangguan ini pada keluarga Anda dan akhirnya melakukan pemeriksaan langsung. Biasanya juga akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan lab, diantaranya melibatkan pemeriksaan terhadap feses, darah serta mungkin akan dimasukkan sejumlah kecil susu sapi ke bawah kulit si bayi.Terkadang dokter akan meminta Anda menghentikan konsumsi susu sapi selama 1 minggu, kemudian setelah itu bayi Anda akan diminta untuk meminumnya sambil dilihat apakah ada reaksi setelahnya.
Jika Anda mencurigai adanya alergi susu sapi pada bayi Anda, maka segeralah hubungi dokter Anda. Dia akan bertanya tentang adanya gangguan ini pada keluarga Anda dan akhirnya melakukan pemeriksaan langsung. Biasanya juga akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan lab, diantaranya melibatkan pemeriksaan terhadap feses, darah serta mungkin akan dimasukkan sejumlah kecil susu sapi ke bawah kulit si bayi.
Cara Mengatasinya
Jika bayi Anda terbukti memiliki alergi susu sapi dan Anda menyusuinya, maka sangatlah penting bagi Anda sang Ibu untuk membatasi konsumsi seluruh produk yang terbuat dari susu sapi, karena protein susu sapi bisa tersalurkan melalui ASI Anda.Jika bayi Anda meminum susu formula, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk beralih ke susu formula yang terbuat dari kedelai. Jika bayi Anda alergi juga terhadap kedelai, maka bisa dicoba susu formula hipalergenik, dimana proteinnya sudah diuraikan menjadi partikel-partikel, sehingga tidak lagi dapat menyebabkan timbulnya alergi.
Setelah Anda beralih kepada susu formula yang aman, biasanya gejala alergi susu sapi akan menghilang dalam 2-4 minggu…
Disadur dari Tips Bayi
Atasi Penyakit Campak pada bayi ---disadur dari radhityanotes.com
Seperti yang telah kita ketahui vaksinasi campak perlu dilakukan pada usia 9 bulan. Pada beberapa dokter anak / bidan vaksin ini diberikan bersama-sama dengan anak yang lain karena memang vaksin campak dalam 1 botol dapat diberikan kepada beberapa anak dan sisanya yang tidak digunakan harus dibuang. Karena seseorang yang telah terkena penyakit campak akan kebal terhadap penyakit ini seumur hidupnya, seorang bayi harus diberi vaksin campak.
Campak umumnya menyerang bayi yang berumur lebih dari 1 tahun. Untuk itulah pastikan anak ibu mendapatkan vaksin campak pada usia yang dianjurkan yaitu 9 bulan. Campak (Rubeola, Campak 9 hari, Measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit campak mudah menular dan berpotensi menyebabkan kematian bila ada komplikasi fatal pada anak yang tidak mendapatkan gizi dengan baik.
Penyebab Penyakit Campak
Penyakit campak disebabkan oleh virus campak yang berasal dari golongan Paramyxovirus. Virus campak sangat menular dan mudah menginveksi mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Seseorang yang terinfeksi virus campak dapat menularkan penyakit campak mulai dari awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari batuk dan bersin yang masuk ke dalam tubuh melalui perantara udara. Kotoran tangan penderita campak juga bisa menularkan virus ini. Masa inkubasinya adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.
Gejala Penyakit Campak
Bayi yang menderita penyakit campak umumnya memiliki gejala demam, rasa capai dan lemas, pilek, batuk, mata merah beradang dan diikuti dengan ruam jerawat merah pada muka dan kemudian menyebar ke bagian tubuh. Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi.
Pada masa puncak sakit campak penderita akan sangat merasa sakit karena ruam meluas dan badan terasa panas hingga mencapai 40° Celsius. Pada hari ketiga hingga hari kelima suhu tubuhnya dapat turun, penderita mulai merasa lebih baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.
Komplikasi Campak yang menyebabkan kematian
Berberapa komplikasi penyakit campak yang dapat mengakibatkan kematian dalah Infeksi telinga bagian tengah, infeksi saluran pernafasan bagian bawah (Bronkhitis), infeksi paru-paru (Pneumonia), radang otak (Encephalitis) yangn disertai dengan penurunan jumlah trombosit (Trombositopenia) sehingga penderita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan.
Pengobatan Campak
Secara medis tidak ada pengobatan khusus terhadap penyakit campak. Penderita campak harus memperbanyak istirahat dengan berbaring minimal 10 hari. Penderita diharuskan untuk memperbanyak konsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga penyakit campak cepat hilang.
CITY MUSIC TRAFFIC PLAYMAT #YQ 2936 (Rp 90.000,-)
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Selasa, 31 Mei 2011
Label:
city music traffic,
karpet bayi,
karpet mainan,
karpet musikal,
music playmat
/
Comments: (1)
ket :
- Karpet bermain bayi yang menggabungkan kesenangan akan kendaraan dan kesenangan bermain dengan nada nada musik
- memiliki :
- 10 suara kendaraan dan pelafalannya dalam bhs Inggris
- 8 nada musik
- 2 lampu bersinar
- Terbuat dari bahan plastik, jadi sangat mudah untuk dibersihkan, cukup di lap saja dengan kain bersih!
- Yang Paling PENTING....Bahan SANGAT AMAN dan SANGAT MENDIDIK !!
- Untuk usia 3thn+
- Ukuran Karpet 54x70 cm
- Volume 2 kg
ABC LEARNING GARDEN (Rp 90.000,-) --->RE-STOK TERBATAS
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Senin, 30 Mei 2011
Label:
ABC LEARNING GARDEN,
KARPET BERMAIN ABC,
PLAYMAT ABC
/
Comments: (0)
Keterangan :
- Touch & Learn Playmat
- Ukuran Karpet : 68 x 62 cm
- 5 mode bermain :
- Catch Me Mode
- Phonics Mode
- Letter Mode
- Spelling Mode
- Follow Me Mode
- Anak Anda dapat bermain sambil belajar huruf dan mendengarkan musik yang menyenangkan
- Untuk usia 1th +, volume 1 kg
MUSIC CARPET PLAYMAT (Rp 90.000,-)
Diposting oleh
Dunia Tasia
on Minggu, 22 Mei 2011
Label:
animal playmat,
karpet bayi,
karpet bermain,
karpet musikal,
mainan aman,
MUSIC CARPET,
playmat musik
/
Comments: (0)
Ket :
- 18 Lagu
- 7 suara hewan
- 8 nada
- 2 lampu bersinar
- Ukuran produk : 50x70 cm
- Ukuran paket : 46x30x5 cm
- Untuk usia 18bln +
- Volume 2 kg
- Bahan PVC tidak berbau --> 100% AMAN
HAPPY MUSIC FARM PLAYMAT (Rp 80.000,-)
Diposting oleh
Dunia Tasia
Label:
animal playmat,
happy music farm,
karpet bermain,
karpet musikal,
mainan aman,
mainan bayi,
playmat musik
/
Comments: (0)
Ket :
- 7 suara hewan
- 1 lagu
- 2 lampu bersinar
- 2 melodi musik
- Bahan Kain
- Ukuran produk 58x47cm
- Ukuran paket 38x26x4 cm
- Untuk usia 3th+
- Volume 1 kg









